Diantara Mereka Musik Klasik dan Catur
INdRoom/Koekoesan 0349141208
Kesadaran dapat juga melupakan dirinya. Kesadaran dapat menciptakan batas dan membuat fiksi. Kesadaran dapat membayangkan galaksi dan alam semesta, ledakan besar, matahari dan planit. Apapun yang dibayangkannya dapat dilihatnya : perang dan damai, kesakitan dan kesehatan, kebaikan dan kejahatan. Kesadaran dapat mengingat dirinya,dapat mengingat realitas, dapat mengingat …
“tolong kamu ulangi lagi kalimat tadi!”. Dengan penuh rasa senang wanita itupun mengulang kalimat yang telah diucapkannya.
“ Kesadaran dapat juga melupakan dirinya. Kesadaran dapat menciptakan batas dan membuat fiksi. Kesadaran dapat membayangkan galaksi dan alam semesta, ledakan besar, matahari dan planit. Apapun yang dibayangkannya dapat dilihatnya : perang dan damai, kesakitan dan kesehatan, kebaikan dan kejahatan. Kesadaran dapat mengingat dirinya,dapat mengingat realitas, dapat mengingat ……”
Dan akupun bertanya “Apa judul buku yang kamu baca?”,
“aku bisa menebak mungkin saja itu adalah buku filsafat kesadaran diri. Pada umumnya akhir perkataan seorang filosof pasti mengungkapkan kesadaran diri. Kesadaran akan hasil akhir pemikirannya dan kembali pada dirinya lagi”.
“ups.. bukan, ini hanyalah sebuah cerpen karangan si pilot ,”. Sambil menunjukkan buku yang dimaksud.
“ aku sangat menyukainya, pemaknaan akan alur ceritanya memungkinkan daya resap imajinasi dapat terbang bebas”. Diapun tersenyum.
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil sedan berhenti tepat dihadapanku, di halte inilah aku menemani wanita ini untuk menunggu jemputannya. Wanita itupun berdiri dari tempat duduknya “ aku duluan dulu yah, jemputanku sudah datang ?”, “ok, sampai ketemu lagi, jangan lupa alamat dan nomor telponku disimpan, sapa tau ja kita bertemu di halte berikutnya atau di tempat yang berbeda lagi…hehehe 35* !!!. jawabku. “daa..daa…daa..”. .
Dan tinggallah aku dihalte ini menunggu taksi. Ini merupakan kedua kalinya aku bertemu perempuan ini, namun dalam dua kali pertemuan, aku belum tahu namanya demikian juga dengannya. Ketika bertemu, aku hanya bertanya “Buku apa yang kamu baca?”.hanya itu yang aku tanyakan.
Tak ada yang istimewa disekitarku, hanyalah pedagang kaki lima yang meramaikan halte ini, dan juga nampak keseriusan anak muda bermain catur. 3 jam aku menunggu, namun tak satu taksipun datang. Maklumlah aku berada pada kawasan pendidikan yang jarang dilewati taksi.
Aku berinisiatif untuk menggunakan transportasi lainnya yaitu kereta listrik. Jarak halte dengan stasiun kereta tidak jauh. “Stasiun Djuanda satu pak, ”. ucapku pada petugas loket ,aku pun menyerahkan duit 6000 rupiah, “makasih pak”. Berselang 20 menit, keretapun tiba, dan aku menempati gerbong ke 2 dan aku berada pada urutan kursi 17. Untuk menghilangkan kejenuhanku. Aku mengeluarkan music playerq. List musik playerku Read the rest of this entry »
















Recent Comments