Partai Politik Peserta Pemilu 2009

Pemilu 2009, Politics 2 Comments »

Partai Lolos Verifikasi Untuk Pemilu 2009
Oleh : Iqbal Kafka

Berdasarkan ketentuan, Pasal 8 ayat 1, KPU. UU NO. 22 Tahun 2007.,  Pasal 8 dan Pasal 16 serta pasal 17. UU NO. 10 Tahun 2008,  Pasal 27,Pasal 28, Pasal 46, Pasal 48, Pasal 50, dan Pasal 56 Peraturan Komisi Pemilihan Umum NO. 12 Tahun 2008.

Telah melakukan verifikasi terhadap 35 Kepengurusan Dewan Pimpinan Partai Politik Tingkat Pusat, Dewan Pimpinan Politik Tingkat Propinsi, Dewan Pimpinan Politik Tingkat Kabupaten Kota.Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Politik. Berdasarkan Ketentuan pasal 315 dan pasal 316 D. UU. NO. 10 Tahun 2008. Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR,DPD dan DPRD.

Verifikasi factual terhadap 35 Partai Politik, sebagaimana tersebut, dilakukan oleh Pemilih Pemilihan Umum. Komisi Pemilihan Umum. Komisi Pemilihan Umum Propinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kota di kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Partai Politik Tingkat Pusat, Dewan Propinsi, dan Kabupaten Kota.

Lampiran 1. Berikut nama partai berdasarkan abjad, yang lolos Verifikasi untuk selanjutnya menjadi peserta pemilu 2009 sebagai berikut

  1. Partai Amanat Nasional (PAN)
  2. Partai Bintang Reformasi (PBR)
  3. Partai Bulan Bintang (PBB)
  4. Partai Damai Sejahtera (PDB)
  5. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  6. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
  7. Partai Demokrat (PD)
  8. Partai Golongan Karya (GOLKAR)
  9. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
  10. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
  11. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Read the rest of this entry »

Demokrasi Sebuah Eforia Perjalanan Sistem Kenegaraan Bangsa Indonesia (dalam renunganku pada bumi pertiwi)

Politics 1 Comment »

Demokrasi Sebuah Eforia Perjalanan Sistem Kenegaraan Bangsa Indonesia (dalam renunganku pada bumi pertiwi)
Oleh M. Iqbal Kafka Akhsa

Demokrasi sebetulnya membutuhkan persyaratan, setiap orang harus memahami apa esensi pengambilan keputusan bernegara itu sendiri. Oleh karena itu semua orang harus paham, harus memperoleh informasi yang sama di dalam mengambil keputusan. Namun demikian karena pengambilan keputusan berdasarkan kekuasaan rakyat ini, sudah kita sepakati dan kita kultuskan bersama. Maka inilah salah satu hal yang harus kita lakukan, meskipun kita harus menyadari bahwa tentunya proses demokrasi yang kita lakukan belum begitu sempurna. Dan inilah sebetulnya yang perlu kita cermati.

Pemahaman mengenai demokrasi itu sendiri sebetulnya sangat mempengaruhi dari proses bernegara itu, meskipun begitu kita harus menyadari bahwa proses demokrasi yang didasarkan pada budaya dan pengetahuan masyarakat barat itu yang sudah kita terima dan coba diterapkan di Indonesia. Harus kita kawinkan secara harmonis, dengan karakter budaya kita. Berbagai latar belakang pelaku demokrasi itu sendiri menyebabkan terjadinya distorsi di dalam proses demokratisasi itu.

Jika hendak direfleksikan dari mulai bagaimana bangunan Negara bangsa kita hendak ditata. Rotasi dan sirkulasi pemimpin dan kepemimpinan beserta seluruh bentuk-bentuk pertanggungjawaban diselenggarakan, lalu penyelenggaraan pemerintah di format, di tata serta dikelola hingga bagaimana kedaulatan dan fungsi-fungsi pelayanan dimaknakan dalam agenda kemasyarakatan, Negara dan pemerintah sehari-hari.

Dari perspektif demokrasi hal yang paling menguras energi untuk mewujudkannya adalah bagaimana masing-masing pihak yang terlibat di dalam dinamikanya maupun untuk tunduk pada aturan main yang disepakati bersama. Oleh karena itu, pada tahap berikutnya pelaksanaan demokratisasi akan memperoleh jaminan kualitas dan kesempurnaan tujuan-tujuannya. Apabila didukung oleh aturan main, dan berbagai bentuk peraturan perundang-undangan yang sejak proses penyusunannya, disamping memberikan prasyarakat demokrasi juga mencerminkan pemahaman yang relatif selesai atas kondisi dan prediksi tantangan Negara bangsa di masa depan. Read the rest of this entry »

Menggapai Seribu Satu Tujuan

Poetry No Comments »

Menggapai Seribu Satu Tujuan

oleh : Kafka Pizechust

Kalian kenali hal-hal ini sebagai buah pikir, namun buah pikir kalian bukan pengalaman kalian, mereka gaung dan akibat sampingan dari pengalaman kalian: seperti kamar bergetar ketika sebuah kereta lewat. Namun aku duduk dalam kereta itu, lagi pula sering akulah kereta itu. (Assorted Opinions and Maxims 1879,Nihilisme)

Kita telah menata sebuah dunia bagi diri kita yang didalamnya kita mampu berdiam- dengan keyakinan menyangkut tubuh, garis, permukaan, sebab dan akibat, gerak dan istirahat, bentuk dan isi: tanpa pokok-pokok keyakinan ini tak seorang pun kini bisa bertahan hidup! Tapi itu belum lagi berarti bahwa hal-hal itu sudah terbukti dan dipertunjukkan. Kehidupan bukan argumen; salah satu kondisi kehidupan boleh jadi adalah kesalahan

Dia telah menyaksikan banyak tempat dan banyak orang; demikianlah telah ia temukan yang baik dan yang jahat dalam diri orang banyak. Dia telah mendapati bahwa tak ada kekuatan yang lebih besar di muka bumi kecuali baik dan buruk.Tak seorang pun dapat hidup tanpa melakukan penilaian; tapi jika ia berharap memelihara dirinya ia tak boleh menilai sebagaimana tetangganya melakukannya

Banyak yang tampak baik bagi seseorang, dianggap memalukan dan cemar oleh yang lain; demikianlah yang aku temukan. Aku temukan banyak yang disebut jahat di satu tempat, di tempat lain diberi penghormatan lengkap dengan penghargaan keperwiraan.Diantara sesama kalian, yang satu tak pernah mengerti yang lain; jiwanya selalu tercengang oleh kegilaan dan kenakalan sesamanya.

Sebuah tabel nilai-nilai tergantung di atas setiap orang. Lihatlah, ia tabel penaklukan terhadapnya; awas, ia suara dari kehendak akan kuasa.Apa yang ia dipandang sulit disebutnya patut-dipuji; apa yang diperkirakan tak tergantikan lagi pula sulit, ia namai bagus; sedang apa yang memberikan apa-apa yang paling dibutuhkan, yang langka, dan yang paling sulit dari sekaliannya-ia puji-puji dari suci. Read the rest of this entry »

Apa Kata Mereka Tentang Sahabat

Poetry 2 Comments »

Apa Kata Mereka Tentang Arti Persahabatan

oleh : Kafka Pizechust

Apakah kamu tahu hubungan antara 2 biji mata kita ? Mereka berkedip bersama, bergerak bersama,menangis bersama, melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu sama lain… Persahabatan seharusnya seperti itu… kehidupan hampa tanpa sahabat. Anda adalah seorang kawan yang penyayang. Happy Nice Friday !!! ^_^.

Persahabatan itu…, mendengarkan, jika dia bercerita,,, menemani, jika dia kesepian,,, menghibur, jika dia sedih,,, mengingatkannya jika dia lupa,,, membuatkan secangkir teh ditengah kesibukannya,,,. Begitu seharusnya persahabatan,,, namun akan lebih sakit jika menahan perasaan cinta yang tumbuh tak di panggil,, tak diundang,, dia datang begitu saja,,, kenapa persahabatan selalu berakhir begini,,,???. luv you pren!!!whereever you are,, i’ll always love you as a friend, best friend,, as a brother,,,

Sahabat adalah Telinga yang biasa mendengarku , mata yang bisa melihatku , jiwa yang bisa memahamiku , rasa yang bisa mengertiku , hati yang bisa mencintaiku .

Bila ingat hari kemarin…..Cerita indah persahabatan…. kulalui detik, menit, jam, hari, bahkan tahun bersamamu…Teman Kau menjadi bagian dari skenarioku… Terbesit rasa rindu… Rindu yang datang kala kau tak di sampingku lagi…senyumanmu adalah kebahagiaanku…Tangisanmu adalah kepedihanku Maafkan aku……kawan Mungkin ku pernah memberi noda hitam…di hatimu jangan menangis kawan…. karenaku masih ingin menjadi sahabatmu… Read the rest of this entry »

Kekeliruan Tentang Sekularisme*

Politics No Comments »

Kekeliruan Tentang Sekularisme*

Secularism is an ethnical system founded on the principle of natural morality. Its first postulate is freedom of thought. Its necessary compliment is the right to difference of opinion. it does not combat the postulates of Christianity, nor does it say there is no light for guidance save in nauture (Encylopedia Americana, th. 1975)

Sekularisme adalah sebuah sistem etika, berdasarkan prinsip moralitas alamiah. dalil pertama ialah kebebasan berpikir, pelengkapnya harus kebebasan berbeda pendapat. sekularisme tidak menentang dalil-dalil ajaran agama Kristen. Apa pun tidak berkata bahwa tak ada Sinar dan tak ada Bimbingan selain dalam alam semesta.

Distorsi Pengertian
Sering istilah sekularisme didistorsikan sebagai kekuatan yan condong ke arah atheisme, anti agama, dan malahan anti-Tuhan. Tuduhan terutama ditujukan kepada kekuatam nasionalisme yang dinilai akan membahayakan eksistensi agama Islam serta pemeluk-pemeluknya.

Jelas sekali, kita menghadapi disini suatu contoh “kekacauan peristilahan”, atau “semantic-confusion”. Sebab secara ilmiah-objektif, dan berdasarkan kepada sumber-sumber buku Barat, maka sekularisme adalah tidak bermuatan anti agama, atheisme, dan anti Tuhan. Seperti yang saya kutip di atas, maka “sekularisme, adalah sebuah sistem etika, berdasarkan prinsip moralitas alamiah. Dalil pertama ialah kebebasan berpikir. Pelengkapnya harus kebebasan berbeda pendapat. Sekularisme tidak menentang dalil-dalil ajaran agama Kristen. Ia pun tidak berkata bahwa tak ada Sinar dan tak ada Bimbingan selain dalam Alam Semesta : Read the rest of this entry »

Untuk Sahabatku : Kuartikan Makna Keberadaanmu

Poetry 1 Comment »

Untuk Sahabatku : Kuartikan Makna Keberadaanmu*

Oleh : Kafka Pizechust

 

“SELALU ada berlebih satu orang di dekatku”, demikian ujar sang pemikir.”Selalu yang dulunya satu ini lambat laun menjadi tua!”

Aku dan Ku selalu terlibat dalam percakapan yang sangat jujur satu sama lain: tak bisa dibayangkan bagaimana bisa tahan jika keduanya bukan teman?

Bagi sang pemikir itu seorang sahabat selalu merupakan orang ketiga : ia pelampung yang mencegah percakapan kedua pihak lain tenggelam dalam kedalaman.

Astaga, bagi semua makhluk ada terlalu banyak kedalaman. Itulah alasannya mengapa amat merindukan seorang sahabat beserta ketinggian budinya.

Kepercayan kita terhadap orang-orang lain mengkhianati kita ketika kita begitu ingin mempercayai diri kita sendiri. Kerinduan kita akan seorang sahabat adalah pengkhianat kita.

Sering pula kita Cuma mau melompati rasa cemburu dengan cinta kita. Sering kita menyerang dan menciptakan musuh guna membunyikan betapa rentan kita akan serangan.

“Setidaknya jadilah musuh bagiku!” demikianlah berkata penghormatan yang sejati, yang tidak berusaha meminta-minta persahabatan.

Jika engkau ingin seorang sahabat, engkau harus juga bersedia berperang bagi dia : dan untuk mengorbankan peperangan, engkau harus mampu menjadi seorang musuh.

Engkau harus menghormati bahkan musuh yang ada dalam diri temanmu. Dapatkah engkau berdekatan dengan dia tanpa berpihak padanya?

Dalam diri sahabatmu engkau mestinya memperoleh lawan terbaik. Hatimu harus merasa paling dekat dengan dia bila engkau sedang menentangnya. Read the rest of this entry »

Pemikiran Singkat Para Filsuf Dunia

Education No Comments »

Pemikiran Singkat Para Filsuf Dunia

 Apa yang tak mampu membunuhku, hanya akan membuatku lebih kuat (NIETZSCHE)

 

Thales (+ 585 SM) :
“Segala sesuatu penuh dengan dewa” (kosmologi naturalistik). Air adalah prinsip pertama (kesatuan/monistik di balik keberagaman dunia).

Anaximander (+ 611-546 SM; pendiri Astronomi) :
Seorang metafisikawan monistik naturalistik yang meyakini bahwa substansi pertama adalah “Yang Tak Terbatas” : kesatuan primitif semua substansi.

Pythagoras (586-500 SM; pendiri komunitas persaudaraan rahasia) :
Kunci pemahaman tentang semesta terletak pada angka-angka, karena segala sesuatu adalah angka.

Siddharta Gautama (+ 563-483; pendiri agama dan filsafat Buddha) :
Empat kebenaran mulia: (1) Hidup adalah dukkha (penderitaan); (2) Sebab dari penderitaan adalah tanha (hasrat/kehendak dan kelekatan dengannya, yang darinya muncul ego); (3) Penderitaan dapat diatasi dengan memutuskan tali kelekatan; (4) Hal itu dapat dilakukan dengan mengikuti Delapan Jalan Kebaikan, yaitu: (1) Samma-ditthi (pengertian yang benar); (2) Samma-sankappa (maksud yang benar); (3) Samma-vaca (bicara yang benar); (4) Samma-kammarta (laku yang benar); (5) Samma-ajiva (kerja yang benar); (6) Samma-vayama (ikhtiar yang benar); (7) Samma-sati (ingatan yang benar); dan (8) Samma-samadhi (renungan yang benar). Segala sesuatu saling berhubungan dan dalam keadaan mengalir. Read the rest of this entry »

Feminis : Mengapa Problematis ?

Gender No Comments »

Feminisme : Mengapa Problematis ?*

Istilah “feminisme” di tanah air kita oleh banyak kalangan ditanggapi sebagai bahan impot yang tidak relevan dengan kultur kita. Sekalipun demikian, istilah ini tidak dengan serta merta lneyap begitu saja. Terutama di dalam diskusi-diskusi teoritis yang berbicara soal perempuan, feminisme baik dari segi istilah maupun paham sudah pasti hadir sebagai acuan prinsipil. Suka atau tidak, ia merupakan sebuah wacana teoritis dan filosofis yang hadir dengan daya pikat yang kuat dan memang penting untuk dipersoalkan.

Sepanjang sejarahnya di tanah air, ia sering diidentikkan dengan “emansipasi wanita” dan ketika pemerintah menganggap bahwa perempuan memang layak diperhitungkan di dalam pembangunan, feminisme di tolak lalu dikenalkan sebutan “wanita dalam pembangunan”, dengan alas an esensial bahwa feminisme tidak sesuai dengan kultur bangsa kita. Dan untuk mencari alasan-alasan teoritis yang mandiri sesuai dengan kultur bangsa kita, maka ditampilkanlah figure-figur perempuan, terutama lewat kajian histories, misalnya Kartini sebagai figure histories yang paling dikedepankan.

Sebenarnya, usaha seperti itu tidaklah menjadi persoalan. Tetapi tampaknya kita perlu rendah hati bahwa hingga kini kita belum juga berhasil menciptakan sebuah teori tentang perempuan sebagai referensi kontekstual. Hal ini sangat menyolok apabila kita lihat dari hasil tulisan-tulisan yang representative tentang perempuan baik itu di media-media masssa atau yang berbentuk skripsi dan sejenisnya, atau mendengar tentang permasalahan ini di seminar-seminar, umumnya masih saja mengandalkan referensi teoritis yang nota bene adalah feminisme, bahan import itu. Yang sangat mengherankan ialah mengapa dari ketidakmampuan kita dalam konteks penciptaan teori sendiri ini lantas begitu cepat dengan mudah kita mengecam teori-teori dari Barat?.

Pendekatan yang perlu ditinggalkan

Seorang pengamat bernama Ratna Megawangi pernah menulis artikel berjudul Tanggapan Terhadap Salah Kaprah Hari Ibu (Kompas, 1 Februari 1994), yang menurut saya, termasuk di antara problem di atas. Dengan menyertakan nama-nama feminis Barat yang terkenal di dalam argumentasinya, tulisan Ratna tampaknya sangat meyakinkan. Tapi apabila dilihat secara premis demi premis, ia sesungguhnya hanaya, mungkin secara tak sadar, mau menampilkan sebuah inferioritas pandangan teoritis tentang perempuan yang berwawasa cultural-kontekstual. Apabila ketika ia menyitir bahwa keluarga yang terfragmentasi di Barat adalah Read the rest of this entry »

Kepak Sayap Rapuh

Poetry No Comments »

Kepak Sayap yang Rapuh

Oleh : M. Iqbal Kafka A

“Selamat yah Gusti (sambil meraih tangan Gusti untuk jabat tangan) …, untuk keberhasilan mu dlm perlombaan itu”. Sambut Ratna..

Dengan raut muka kegembiraan Gusti menjawab “Iya sama-sama Rat, saya berhasil itu juga berkat dukungan kamu, tanpa kamu yah hasilnya so pasti nihil ”.

Setelah mendapat ucapan selamat dari teman-temannya. Gusti pun bergegas menuju kelas untuk mengikuti mata kuliahnya.

Bayang kegembiraan masih saja menyelimuti hati dan perasaan Gusti, hingga tanpa sadar, waktu yang dilewati pada kuliahnya hari ini tak terasa telah usai.

Inti dasar dari kehidupan manusia, dikatakan tercapai secara sempurna bilamana kehidupan yang dijalani, melalui proses yang telah diatur oleh alam tanpa mengingkari apa yang alam inginkan.

Kebahagian yang diraih atas proses pembentukan jati diri melalui bentuk apapun, yang pada intinya termanifestasi dalam pikiran, ketika pikiran tersebut diolah dengan baik, dengan peningkatan bakat yang baik pula. Inilah kebahagian yang utuh.

Seperti biasanya, ketika jam kuliah dh selesai Gusti sering mendatangi Perpustakaan kampusnya. Tempat inilah yang dianggapnya sebagai sumber inspirasinya, meskipun inspirasi tersebut lahir diantara susunan rak-rak buku dalam keteraturan hidup yang terkotak-kotak. Read the rest of this entry »

Gender: Aku, Kamu, Kita; Belajar Berbeda

Gender 3 Comments »

GenderAku, Kamu, Kita; Belajar Berbeda**

Siapa , perempuan, yang tidak membaca Le Deuxieme sexe [jenis kelamin kedua . perempuan mana yang tidak tergugah? Dan mungkin menjadi feminis? Memang, Simone de Beauvoir adalah satu di antara penulis pertama pada abas XX yang mengingatkan parahnya eksploitasi perempuan. Ia juga yang mendorong setiap perempuan yang kebetulan membaca bukunya untuk merasa sepenanggungan dan bertekad menolak sekuat tenaga perendahan dirinya serta buaian mitos sanjungan.

Sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh Simone de Beauvoir? Ia menceritakan kehidupannya dengan dukungan penjelasan ilmiah. Ia tidak pernah berhenti menceritakan, dengan jujur dan berani, setipa tahap kehidupannya. Hasilnya, ia mebantu banyak perempuan dan laki-laki untuk menjadi lebih bebas dengan jenis kelamin masing-masing. Teristimewa ia menawarkan satu model social budaya, kehidupan perempuan, kehidupan guru perempuan, kehidupan sastrawan, dan kehidupan pasangan yang berterima pada zaman itu. Aku pikir ia juga membantu mereka untuk menempatkan diri secra lebih objektif dalam berbagai tahap kehidupan.

Namun, Simone de Beauvoir telah berbuat lebih banyak lagi. Kepeduliannya pada keadilan social mendorongnya mendukung feminis tertentu dalam aksi mereka, perjuangan mereka. Ia membantu mereka bangkit dalam kancah social dengan menandatangani berbagai petisi mereka, dengan mendampingi aksi mereka, dengan mendorong penerbitan rubric feminis di majalah Les Temps Modernes [Zaman Modern]. Dengan menulis prakata pada buku mereka, dengan menjadi tamu dalam berbagai acara televisi yang mereka selenggarakan, dengan enjadi sahabat mereka. Read the rest of this entry »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login